Posts

StoryDaily #4 Terikat yang Bebas

Image
Seorang Kakak Tingkat pernah berkata, "Untuk bebas, kita harus terikat. Setelah terikat maka kita bebas." Cukup rumit di telinga, namun ketika direnungkan, betapa dalam maknanya. Kebebasan dan ikatan. Dua hal yang sebetulnya sangat berlawanan, bukan? Seperti halnya burung yang ditempatkan di sebuah kandang. Ketika dia berada dalam kandang, kita menyebutnya terikat atau terkekang. Namun, ketika dikeluarkan dari kandang, bukankah kita menyebutnya sebagai kebebasan? Katanya, keterikatan membuat diri kita tidak bebas, dan kebebasan membuat diri kita tak terikat. Teori dunia memang begitu. Pemikiran manusia yang dangkal mampu menyimpulkan hanya sebatas itu, kalo terikat ya ngga bebas gitu loh.. Apa sih sebetulnya makna ikatan dan hubungannya dengan kebebasan? perhatikan hadis berikut! Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: "Rasulullah SAW. bersabda: 'Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir." (HR. Muslim) Memang benar adanya, dunia adalah ...

StoryDaily #3 Ada Cerita di 70 Halaman

Image
Kuliah? Kata orang, kuliah itu lebih berat dari masa SMA, SMP, apalagi SD. Tapi, kata orang lagi, kuliah itu lebih santai dan lebih asik dari masa-masa itu. Tapi lagi, daripada ngikutin kata orang, mending merasakan sendiri kan? Dan ini adalah story-ku di masa awal kuliah. "Iya sih," kataku menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Setelah merasakan sendiri satu semester di bangku perkuliahan, memang ada benarnya, bahwa kuliah itu lebih berat namun lebih santai dari masa putih-abu, putih-biru, atau putih-merah. Dengan title 'MAHA-siswa' yang disandang, bukanlah hal yang mudah seharusnya, ada tanggungjawab lebih di dalamnya. Namanya hidup, pasti penuh ujian kan? Dari SD sampai SMA, bukankah senantiasa diakhiri dengan yang namanya ujian? Ujian Tengah Semester, Ujian Akhir Semester, Ujian Nasional, dan ujian-ujian lain yang mungkin tak terduga. Begitu pun ketika menjadi seorang mahasiswa, ujian itu senantiasa menjadi makanan harian. Tugas kuliah yang bejibun (pastin...

StoryDaily #2 Diam jadi Boomerang

Image
Mentari hadir melengkapi rasa syukurku pada sang pencipta, meski tak bersinar terang, namun redupnya pun amat berharga bagi kehidupan di muka bumi ini. Ketika pagi tiba, apa yang aku pikirkan? dunia lagi, dunia terus, atau terus-terusan dunia? Betapa picik diri ini jika hanya terus memikirkan dunia yang fana, padahal setiap detik aku dihadapkan pada kenyataan bahwa setiap desahan nafas adalah satu langkah menuju kubur. Lantas, apa yang sudah aku siapkan? Sudah merasa cukupkah dengan amalan selama ini? Rasanya masih begitu banyak puing-puing kebaikan yang tersebar namun sering dilewatkan, masih banyak sunnah yang diabaikan, banyak kewajiban yang masih kulalaikan. Seperti biasa, refleks pertama yang ku lakukan adalah membuka handphone. Mendapat sebuah notifikasi dari salah satu media sosial yang sangat digandrungi saat ini (baca: Instagram), ku temukan sebuah sentilan hati. Sebuah poster bertuliskan : 3 PENYEBAB TIDAK PRODUKTIF: 1. Kebanyakan KEPO2. Kebanyakan Scrolling 3. Kebany...

StoryDaily #1 Sepersen Nikmat

Image
Ahhh… Pagi ini ku memulai hari, sehangat mentari pagi, memacu diri untuk terus memperbaiki diri. Setelah hujan membasahi bumi dalam beberapa waktu lalu, kini kehangatan itu kembali menampakan diri, menyelimuti pagi agar tak ada yang berdiam diri mengikuti kata hati untuk tetap duduk di atas kursi. Meski sekedar lari pagi, namun itu lebih berarti dari sekedar menikmati pagi dengan secangkir kopi.  But, I’m very like coffee . Seberkas cahaya menyusup melalui jendela kamarku, memberikan kesan menggoda untuk tetap di dalam selimut hangatku. Betapa nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan kau dustakan? Begitulah penggalan dari ayat suci-Nya bergaung di alam pikiranku. Pagi bersama sang Raja Siang dengan balutan udara sejuk sisa hujan kemarin. Astaghfirullah.. Aku teringat dengan ilmu yang ku dengar kemarin, muslimah keren itu bukan hanya keren fisiknya, tetapi keren karena hatinya, citanya, dan cintanya kepada Rabb-Nya. Ahh, apa yang aku lakukan dengan berbaring tak berfaedah ini? R...

HijrahYuk! #5 Jangan Ragu Melangkah

Allah Maha Melihat lagi Maha Mengetahui apa yang tidak tidak ketahui dan apa-apa yang tidak bisa dilihat dengan keterbatasan penglihatan. Begitupun proses hijrah kita, Allah pun Maha Tahu. Jangan ragu untuk melangkah. Ketika niat sudah terpatri dalam hati, tekad sudah bulat, tinggalkan apa yang harus ditinggalkan, laksanakan apa yang harus dilaksanakan. Sulit? Memang benar. Tapi ingatlah, jalan kebaikan memang sulit karena pertemuan dengan-Nya sangatlah indah, jalan hijrah memang penuh perjuangan karena Surga itu mahal. Maka, jangan ragu untuk melangkah sekalipun berbagai resiko duniawi di depan mata, karena Allah itu dekat. نُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَوَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka i...

HijrahYuk! #4 Luruskan Niat

Image
Dari amirul mukminin Abi Hafsh Umar bin Khattab ra. berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya (akan diterima) sebagai hijrah karena Allah dan Rasulnya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ia cari atau wanita yang ia nikahi, maka ia akan mendapatkan apa yang dituju. ” (diriwayatkan oleh dua imam ahli hadist: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abul Husain Muslim Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairy An-Naisaburi, di dalam kedua kitabnya yang merupakan kitab hadist yang paling shahih). Niat. Apa sih niat? Sebegitu pentingnya niat hingga setiap apa yang kita lakukan musti ada niatnya. Ada niat mau shalat, wudhu, tayamum, zakat, sedekah, shaum Ramadhan, shaum Sunnah, mandi, dan lainnya. Yuk simak dulu sedikit penjelasannya berikut ini, ...

HijrahYuk! #3 Proud to be Muslimah

Image
Dalam buku Fiqih Wanita karangan Abdul Syukur al-Azizi, peran dan kedudukan wanita sangat dipengaruhi oleh pandangan masyarakat. Setidaknya, ada tiga pandangan masyarakat terhadap wanita yang terbagi atas tiga fase, yaitu fase menghinakan, mendewakan, dan menyamaratakan. Pada fase menghinakan, wanita dianggap seperti hewan, yang bebas diperjualbelikan di toko, pasar, bahkan warung. Bayangkan jika kita berada pada fase itu, betapa hinanya kita bukan hanya dimata manusia, tetapi hina pula dimata Allah. Kemudian wanita mulai didewakan, diagungkan, dan dipuja-puja serta dimuliakan, tetapi mereka diperlakukan hanya seperti pelayan untuk memuaskan hawa nafsu para lelaki. Na'udzubillaah.. Sampai saatnya wanita berada pada fase menyamaratakan, wanita mulai diberi kebebasan tanpa terikat batasan, baik norma, adat, maupun agama. Fase ini, wanita mulai memiliki hak dan kewajiban sama dengan laki-laki dalam segala bidang. Sehingga, pada zaman sekarang, wanita sudah dengan bebas menunjukkan e...